Trinitas dan Postmodernitas

Rp120.000

Sub Title Kesatuan Allah Berdasarkan Kejadian 1:26
Author James Damanik
ISBN
Page
Size 15 x 23 cm
Format Soft Cover
Published Februari 2026
Publisher Lembaga Literasi Dayak
Category Ekonomi
Categories: ,

Pemahaman tentang Allah Trinitas merupakan salah satu misteri terbesar yang diungkapkan Alkitab, hadir sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Keberadaan Allah yang esa namun jamak secara hakikat tampak dalam penggunaan istilah Ibrani Elohim dan ungkapan “Kita” dalam Kejadian 1:26. Misteri ini tidak meniadakan keesaan Allah, tetapi justru memperkaya pemahaman umat tentang keluhuran-Nya yang melampaui konsep manusia. Sejalan dengan pemikiran Wolfhart Pannenberg dan Karl Barth, buku ini menegaskan bahwa setiap pembicaraan tentang Allah harus dimulai dan diakhiri dengan pengakuan atas keagungan-Nya yang tak terbayangkan, yang sedikit disingkapkan melalui wahyu-Nya kepada manusia.

Namun dalam perkembangan zaman, terutama di era postmodern dan media sosial, misteri ilahi ini justru menghadapi tantangan baru. Kebebasan berekspresi tanpa kerangka teologis yang kuat melahirkan multitafsir, penolakan, bahkan penyimpangan terhadap ajaran Trinitas. Fenomena teologi progresif, relativisme kebenaran, derasnya arus informasi, serta melemahnya pendidikan iman di gereja memperlebar jarak warga gereja dari pemahaman yang benar tentang Allah Trinitas. Akibatnya, sebagian orang Kristen hanya mengenal Trinitas melalui lensa Perjanjian Baru dan memisahkannya dari akar Perjanjian Lama, sehingga menimbulkan kesan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah tiga keberadaan yang berdiri sendiri.

Buku ini hadir untuk menolong gereja, terutama generasi milenial dan Gen Z, memahami kembali bahwa Allah Trinitas bukanlah konstruksi teologis belakangan, tetapi inti pewahyuan Allah sejak awal. Dengan menggabungkan penelitian biblika, sejarah dogma, dan pembacaan kritis terhadap perkembangan budaya digital, buku ini membuka jalan menuju pemahaman utuh dan alkitabiah tentang Allah yang esa dalam tiga keberadaan ilahi. Ia adalah Allah yang menyatakan diri, yang mendekat, dan yang menuntun umat-Nya memahami kebenaran-Nya di tengah dunia yang kian cair dan menantang. Buku ini menjadi undangan untuk kembali kepada inti iman Kristen: Allah yang kekal, berdaulat, dan menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Trinitas dan Postmodernitas”

Your email address will not be published. Required fields are marked *