Jika kamu sedang berada pada titik di mana segala sesuatu terasa berat, harapan menipis, dan masa depan tampak penuh ketidakpastian, buku ini ditulis untukmu. Buku ini bukan untuk mereka yang sedang berada di puncak keberhasilan rohani, melainkan bagi mereka yang masih percaya kepada Tuhan, meski sudah terlalu lelah untuk berpura-pura kuat.
Masa-masa seperti ini sering disebut sebagai titik nol, saat kita bergumul bersama Tuhan dan bertanya dalam hati: di manakah Tuhan? Adakah yang salah dengan saya? Mengapa doa-doa saya tampak tak dijawab? Dan banyak pertanyaan lainnya yang muncul.
Melalui refleksi perjalanan iman Abraham, buku ini menunjukkan bahwa titik nol bukanlah tanda Tuhan meninggalkan kita atau tanda kegagalan iman. Justru sering kali di sanalah Tuhan memulai karya-Nya yang terdalam, memurnikan iman, memulihkan harapan, dan meneguhkan hati.
Buku ini tidak menawarkan jawaban instan, tetapi mengajak pembaca berjalan perlahan, belajar percaya walau tidak melihat, tetap taat dan setia, serta menyerahkan masa depan ke dalam tangan Tuhan.
Pada akhirnya, titik nol bukanlah akhir perjalanan. Sering kali itulah tempat di mana Tuhan diam-diam memulai rencana yang lebih besar.










Reviews
There are no reviews yet.