Air Mata Sang Gembala mengisahkan perjalanan emosional seorang pendeta yang berdiri teguh di tengah panggilan suci, namun tak luput dari pergulatan batin. Di balik khotbah-khotbah yang menggugah dan senyum penuh harapan, ia menyimpan luka, keraguan, dan air mata yang tak pernah dilihat jemaatnya.
Buku ini membawa pembaca masuk ke dalam kehidupan seorang gembala gereja yang berjuang menjaga iman di tengah badai kehidupan, dari sukacita pelayanan hingga beban tanggung jawab yang nyaris menghancurkannya.
Setiap langkah perjalanan sang gembala dipenuhi momen-momen yang mengguncang hati. Ada kebahagiaan saat melihat jiwa-jiwa menemukan terang, namun juga kepedihan ketika pengkhianatan dan kekecewaan datang dari mereka yang terdekat.
Buku ini dengan jujur menggambarkan bagaimana seorang hamba Tuhan menghadapi kerapuhan manusiawi—dari tekanan untuk menjadi sempurna hingga perjuangan melawan keraguan akan panggilannya sendiri.










Reviews
There are no reviews yet.