Paran Sakiu, M.Pd. lahir di Mentonyek, Kabupaten Landak Kalimantan Barat, pada 19 Maret 1971. Ia Putra dari Markus Sakiu (alm.) dan Ibu Kutat. Tamat SD Inpres Mentonyek tahun 1985. Tamat SMP
Swasta Pate Jaya Rinjuang, Mentonyek tahun 1988. Kemudian taman SMAN I Karangan tahun 1991, melanjutkan studi di STT Lintas Budaya Jakarta, tamat tahun 1999. Kuliah di IAKN menamatkan S2 dengan gelar M.Pd tahun 2021.
Pengalaman bekerja sebagai Guru Agama Kristen dari tahun 2000 – sekarang di SMP di Kristen Rahmani, Taman Sari, Jakarta Barat. Terjun dalam pelayanan gerejawi sebagai gembala jemaat di GKRI Epifania Penjaringan, Jakarta Utara dari tahun 2000 – sekarang.
Kegiatan di bidang berorganisasi yaitu aktif di pengurus Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) DKI Jakarta Periode 2020-2025, Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta periode 2021-2026, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) periode 2021-2026 dan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) DKI Jakarta periode 2018-2023, FORGUPAKI (Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia) periode 2021-2025. Penasihat TBBR DPW DKI
Jakarta periode 2023/2024. Pada bidang literasi sebagai penulis di Detikborneo.com dan YTPrayeh serta memiliki blog pelitamentonyek.com
Menulis novel Senja dan Cinta Yang Tenggelam di Desa Mentonyek. Lalu menulis buku rohani Menimba dari Sumur Yakub. Kumpulan cerpen Hari Terakhir dan Seusai Pesta Naik Dango. Menulis buku Panglima Jilah (bersama Masri Sareb Putra, dan Matius Mardani), dan FDKJ Rumah Kita.








