Setiap orang percaya dipanggil untuk mengalami pembaruan total sebagai manusia baru di dalam Kristus. Panggilan ini bukan sekadar perubahan moral atau etika, melainkan transformasi hakiki yang menyentuh seluruh aspek kehidupan—pikiran, hati, dan tindakan.
Buku ini mengupas ajaran Rasul Paulus tentang manusia baru dalam terang soteriologi, dan bagaimana ajaran tersebut relevan bagi umat Kristen masa kini, khususnya di tengah tantangan dunia modern yang sarat pengaruh gaya hidup global dan teknologi digital.
Buku ini mencoba menjawab kesalahpahaman yang masih kerap terjadi di kalangan umat, seperti yang tergambar dalam pertanyaan Nikodemus kepada Yesus dalam Yohanes 3:4–7, tentang kelahiran kembali. Menjadi manusia baru berarti hidup dalam Kristus yang menyatu dengan-Nya, meninggalkan manusia lama yang ditandai dengan perbuatan-perbuatan dosa, dan mengenakan manusia baru yang dipenuhi oleh kasih, kerendahan hati, kelemahlembutan, pengampunan, serta pengucapan syukur kepada Tuhan.
Ini merupakan ajakan untuk hidup dalam identitas baru—hidup yang berakar dalam kasih karunia, dipimpin oleh Roh Kudus, dan mencerminkan karakter Kristus dalam setiap aspek kehidupan. Ditulis dengan semangat pastoral dan reflektif, karya ini menjadi rujukan penting bagi para hamba Tuhan, pelayan gereja, mahasiswa teologi, dan seluruh umat percaya yang rindu mengalami transformasi sejati dalam Kristus.




Reviews
There are no reviews yet.