Sinopsis
Di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, agama bukan hanya soal keyakinan, tetapi juga ruang perjumpaan lintas identitas. Buku ini menyoroti hadirnya agama Baha’i di tengah masyarakat Dayak, sebuah komunitas yang kaya dengan kearifan lokal, tradisi leluhur, dan nilai-nilai kebersamaan.
Melalui pendekatan yang kritis dan naratif, buku ini mengungkap bagaimana ajaran Baha’i berdialog, menemukan titik temu, sekaligus berhadapan dengan adat Dayak. Dari praktik sosial, ruang pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari, tampak dialektika yang menggambarkan dinamika keberagaman di perbatasan.
Lebih dari sekadar catatan sejarah atau antropologi, buku ini menawarkan refleksi tentang bagaimana masyarakat mengelola keberagaman dalam pusaran globalisasi. Bacaan ini penting bagi siapa pun yang ingin memahami persinggungan agama, budaya, dan identitas di wilayah yang kerap dipandang sebagai “pinggiran”, namun justru menyimpan makna yang mendalam bagi masa depan kebangsaan.

Reviews
There are no reviews yet.